Bersama dengan pemain saxophone Gilad Atzmon, pianis sekaligus duta budaya Indonesia Dwiki Dharmawan memulai rangkaian tur Indonesia 2026 yang juga menandai rilis album terbarunya, Anagnorisis, di Indonesia. Album Anagnorisis menjadi sebuah perpaduan antara melodi Asia Tenggara, improvisasi jazz kontemporer, dan sentuhan Mediterania, menciptakan dialog budaya melalui musik.
Musisi legendaris Indonesia, Dwiki Dharmawan, sukses menggelar konser yang juga menandai perilisan album terbarunya , Anagnorisis, di Indonesia pada 20 Januari 2026 yang diselenggarakan di DeHeng House, Kemang, Jakarta.
Di malam dengan suasana intimate tersebut, sang pianis sekaligus composer tersebut juga mengajak sejumlah musisi ternama lainnya untuk tampil bersamanya di atas panggung, seperti pemain saxophone dan clarinet Gilad Atzmon, gitaris band Gigi Dewa Budjana, pemain upright bass Rudy Zulkarnaen, pemain kendang Cucu Kurnia, pemain seruling bambu Sa’at Syach, dan pemain drum Kelvin Andreas.

Konser tersebut juga merupakan pembuka dari rangkaian tur Dwiki Dharmawan Band featuring Gilad Atzmon – Indonesia Tour 2026, dengan jadwal sebagai berikut:
20 Januari 2026 – DeJazzRoom, DeHeng House, Kemang (Jakarta)
• 21 Januari2026 – Artoz Bar, Energy Building SCBD (Jakarta)
• 22 Januari 2026 – Suagi Ballroom, The Papandayan (Bandung)
• 23 Januari 2026 – Bentara Budaya (Yogyakarta)
• 25 Januari 2026 – Reef Beach Club, The Apurva Kempinski (Bali)

Melalui album Anagnorisis, Dwiki Dharmawan menegaskan kembali perannya sebagai jembatan musikal antarbudaya, baik secara harfiah maupun secara simbolis. Mendapat dukungan dari Kedutaan Besar Indonesia di Athena, Yunani, album Anagnorisis direkam secara langsung (live) pada musim dingin 2024 di Sierra Studios, Athena.
Berakar kuat pada kecanggihan melodi dan ritme kepulauan Indonesia—di mana ia telah lama dipuji karena menjembatani musik serius dan populer—Dwiki secara bersamaan melihat ke luar, merangkul kolaborasi lintas budaya sebagai filosofi artistik inti.

Judul album, Anagnorisis— yang merupakan istilah Yunani yang berarti pengakuan atau kebangkitan—dengan sempurna menggambarkan semangatnya. Menyatukan Dwiki Dharmawan dengan pemain saksofon dan klarinet terkena,l Gilad Atzmon, dan kuartet musisi Yunani yang simpatik, musiknya terungkap sebagai ekspresi organik yang terpadu. Komposisi asli dan improvisasi menyatu dengan mulus, dipandu oleh kepercayaan timbal balik, pendengaran yang mendalam, dan rasa hormat artistik yang sama.
Di era ketika cita-cita kerja sama multikultural dan solidaritas global semakin ditantang oleh intoleransi, Anagnorisis berdiri sebagai pernyataan artistik yang berani dan manusiawi. Tidak hanya berbicara tentang identitas, album ini juga tentang kemanusiaan bersama—menegaskan peran penting seniman sebagai duta budaya dan pembawa hati nurani zaman kita.





