Perjalanan ke Nagekeo, Flores, membuka perspektif Irjen Jayadi dan NYATA Foundation tentang tantangan akses pendidikan serta potensi anak-anak di wilayah pedalaman Indonesia.
Perjalanan ke Flores, Nusa Tenggara Timur, membawa Irjen Jayadi dan NYATA Foundation pada satu pemahaman penting: setiap anak memiliki potensi, tetapi tidak semuanya memiliki akses yang sama untuk mengembangkannya.
Pengalaman tersebut dibagikan dalam konferensi pers From Flores With Purpose yang berlangsung pada 7 Oktober 2026. Sebelumnya, pada 21–27 September 2026, Irjen Jayadi bersama NYATA Foundation mengunjungi Kabupaten Nagekeo untuk mendampingi 11 sekolah yang telah bekerja sama dengan yayasan tersebut, sekaligus melakukan survei terhadap lima calon sekolah baru.
Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk melihat langsung kondisi sekolah, tenaga pendidik, serta keseharian anak-anak. Tantangannya beragam, mulai dari akses menuju sekolah yang belum memadai, keterbatasan fasilitas, hingga jumlah guru yang tersedia.

Bagi Irjen Jayadi, pengalaman mengikuti perjalanan menuju sekolah memberikan perspektif tersendiri. Meski terbiasa menghadapi tantangan sebagai pelari jarak jauh, ia mengaku harus beberapa kali berhenti ketika mencoba mengikuti rute dan ritme perjalanan anak-anak di sana. Pengalaman itu membuatnya melihat lebih dekat semangat mereka untuk terus belajar di tengah berbagai keterbatasan.
Co-Founder NYATA Foundation, Nicole Oeij Teng dan Pamela Berliana, juga menemukan banyak anak dengan potensi yang menjanjikan, baik di bidang akademik maupun olahraga. Tantangannya adalah memastikan mereka memperoleh akses dan ruang yang cukup untuk mengembangkan kemampuan tersebut.
Melalui From Flores With Purpose, Irjen Jayadi dan NYATA Foundation berharap pengalaman dari Flores dapat membuka lebih banyak peluang kolaborasi untuk pendidikan anak-anak Indonesia. Sebab, di balik setiap upaya memperbaiki akses pendidikan, ada kesempatan bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat dan membangun masa depan yang lebih baik.
Sejak 2014, NYATA Foundation telah mendukung ribuan siswa di berbagai wilayah pedalaman Indonesia, dengan fokus pada akses pendidikan, pengembangan sekolah, kesejahteraan guru, serta dukungan bagi komunitas lokal.





