Jonathan Anderson memperkenalkan koleksi cruise pertamanya untuk Dior, menampilkan permainan tekstur dan suasana sinematik.
Pada 13 Mei 2026, Jonathan Anderson memperkenalkan koleksi cruise pertamanya untuk Dior di Los Angeles County Museum of Art, mengubah kota tersebut menjadi tempat bagaikan mimpi yang memadukan estetika old Hollywood glamour dan nuansa romansa gelap.

Koleksi ini terasa tak terpisahkan dari kota Los Angeles yang sinematik dan menggoda. Anderson membayangkan lemari pakaian untuk mereka yang perjalanan bisnisnya dengan mudah berlanjut ke koktail tengah malam—tipe wanita yang mengenakan sutra di siang hari dan payet sebelum matahari terbit.

Gaun-gaun dari kain kasa melayang-layang berdampingan dengan setelan tartan yang dipotong rapi, sebagian berujung kusut, sebagian lagi dihiasi panel satin yang bergoyang mengikuti setiap langkah. Blazer tweed hadir dengan sentuhan baru berupa kilauan dan pinggiran berumbai, dipadukan secara tak terduga dengan ripped jeans yang tampak sangat elegan. Jubah bersulam, mantel trench, dan mantel rajutan berkilau dipadukan dalam kombinasi yang seharusnya bertabrakan, namun terasa sangat pas.

Tekstur menjadi bahasa sejati dari koleksi ini. Sutra bermotif di balik sifon transparan, payet yang dipadukan dengan kain bertekstur usang, syal yang menyatu menjadi hiasan kecil—setiap penampilan memancarkan kesan kemewahan yang disengaja tanpa pernah terkesan kacau. Motif bunga muncul di mana-mana: disematkan sebagai bros, disulam pada tas malam, dan menghiasi selendang bulu serta alas kaki yang artistik, seolah-olah mengingatkan bahwa romantisme masih memiliki tempat di kota ini, dan bahwa Anderson telah menanamkan ciri khasnya ke dalam setiap detail.

Debut Anderson bersama Dior terasa kental dengan nuansa gerak, kehidupan malam, dan keanggunan berpakaian untuk gaya hidup yang terus berubah. Di balik kabut, sorotan lampu, dan mitos Hollywood, koleksi Cruise 2027 pada akhirnya mengeksplorasi keindahan kontradiksi: glamor dan kepraktisan, kesempurnaan dan kekacauan, fantasi dan kehidupan nyata—semua hal itu berpadu dalam satu koleksi busana.





