Dipilih oleh Direktur Kreatif Gucci, Demna, dari Gucci Archive, rumah mode tersebut menafsirkan ulang sepuluh syal sutra dari koleksi arsip melalui pendekatan modern.
Warisan panjang Gucci dalam keahlian pengerjaan sutra memasuki babak baru melalui The Art of Silk, sebuah proyek yang menafsirkan ulang sepuluh syal arsip melalui sudut pandang kontemporer. Dipilih oleh Demna dari Gucci Archive di Firenze, motif-motif khas tersebut mencerminkan keahlian artistik dari bahasa motif awal rumah mode ini. Penafsiran ulang ini mempertahankan karakter asli karya-karya tersebut sekaligus menghadirkan refleksi yang mendalam atas eksplorasi berkelanjutan Gucci terhadap sutra sebagai media.

Koleksi ini mencakup Your Majesty, Double Trouble, Morso D’Oro, Giardino di Seta, Lungomare, Hard-Wear, Salon Privé, dan Il Gattino, serta dua desain Flora eksklusif yang diciptakan khusus untuk peresmian Galeri David Geffen yang baru di LACMA. Secara keseluruhan, desain-desain ini mencerminkan kekayaan bahasa visual awal Gucci, yang mencakup motif Flora, hewan, dan nautikal, serta motif-motif ikonis lainnya.

Koleksi ini disertai dengan kampanye khusus yang mengeksplorasi syal sutra sebagai elemen dinamis dalam ekspresi diri, serta menampilkan berbagai cara memakainya. Melalui perpaduan yang elegan antara gerakan, tekstur, dan gaya, kampanye ini menyoroti bagaimana syal sutra berevolusi dari desain-desain arsip menjadi aksesori yang dinamis dan modern.
Menandai hubungan berkelanjutan antara Gucci dan dunia seni, dua syal dari koleksi ini telah diciptakan secara eksklusif untuk Los Angeles County Museum of Art, dalam rangka merayakan pembukaan Galeri David Geffen yang baru. Berakar pada motif Flora yang ikonik, yang pertama kali diilustrasikan pada tahun 1966 oleh Vittorio Accornero, desain-desain ini mengangkat kembali salah satu simbol paling abadi dari rumah mode ini. Dengan komposisi bunga musiman yang rumit, motif Flora ditafsirkan ulang di sini melalui lensa kontemporer sambil mempertahankan kompleksitas dan keceriaan aslinya.

Dibuat dari sutra Italia berkualitas tinggi yang bersumber dari Italia selatan, koleksi edisi terbatas ini merupakan bagian dari inisiatif yang didasarkan pada keahlian lokal, yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan Nido di Seta dan Ongetta. Berakar di Calabria, proyek ini mendukung kebangkitan kembali rantai pasokan sutra yang pernah berjaya, serta menumbuhkan ekosistem yang menyatukan tradisi, inovasi, dan komunitas.
Inisiatif ini mencakup budidaya mulberry organik, pemulihan lahan terlantar, dan revitalisasi ekonomi pedesaan, serta penciptaan peluang kerja baru. Produksi sutra didukung oleh energi terbarukan dan dijalankan melalui jaringan kerja sama di antara petani kecil, memastikan pendekatan yang bertanggung jawab dan berwawasan ke depan dalam kerajinan tangan.

Melalui inisiatif ini, syal sutra Flora menjadi simbol kebangkitan kembali produksi sutra Italia yang sesungguhnya, yang mencerminkan komitmen Gucci untuk melestarikan warisan budaya sekaligus berinvestasi pada masa depan keunggulan kerajinan tangan. Tersedia secara eksklusif di LACMA Store dan toko utama Gucci di Beverly Hills, syal-syal ini juga menjadi wujud dialog rumah mode tersebut dengan lembaga-lembaga seni.

Dalam rangka peluncuran ini, Gucci memperluas dialognya dengan seni dan pendidikan melalui kolaborasi dengan Accademia delle Belle Arti di Firenze. Sepuluh lukisan pilihan, yang mereproduksi desain syal rumah mode ini yang diciptakan untuk proyek The Art of Silk, telah dibuat oleh para mahasiswa akademi tersebut. Karya-karya ini akan dipamerkan di toko Gucci Rodeo Drive di Los Angeles, menjembatani desain warisan dan interpretasi artistik kontemporer. Sebagai bagian dari inisiatif ini, Gucci akan mendukung para mahasiswa yang berpartisipasi melalui beasiswa khusus, memperkuat komitmennya dalam membina talenta baru dan memupuk generasi kreatif berikutnya.

“The Art of Silk” merupakan kelanjutan dari proyek yang pertama kali diluncurkan oleh Gucci sebagai eksplorasi mendalam atas warisan sutra merek tersebut. Meliputi berbagai aspek kreatif, editorial, dan artistik, inisiatif ini mencerminkan ketertarikan abadi rumah mode tersebut terhadap syal—baik sebagai benda maupun kanvas—yang terus berkembang dari generasi ke generasi namun tetap berpegang teguh pada akar sejarahnya.





