Share
Adéla Jergová dan Identitas Pop yang Lahir dari Slovakia
Gabrinaya Unthasha Rauf
12 October 2026

Menggabungkan ballet, swag, dan akar budaya Slovakia, Adéla Jergová menciptakan identitas pop yang tidak terpaku pada satu bentuk.


Bagi Adéla Jergová, menjadi pop star bukan hanya tentang musik, tetapi juga tentang menciptakan identitas. Berasal dari Bratislava, Slovakia dan tumbuh sebagai balerina, Adéla membawa dua bagian tersebut ke dalam dunia pop yang selama ini menjadi impiannya. Setelah perjalanannya di Dream Academy berakhir, ia memilih membangun karier sebagai solois dan memiliki ruang yang lebih bebas untuk menentukan karakter serta identitas artistiknya sendiri.

Alih-alih mempertahankan balet dalam bentuknya yang konvensional, Adéla menerjemahkannya ke dalam bahasa pop yang lebih bebas. Rok dan sepatu balet bertemu dengan styling penuh swag, gerakan yang playful, serta energi hip-hop. Ia juga tidak selalu berusaha menampilkan gerakan yang sempurna atau mengikuti standar keindahan balet yang konvensional. Justru melalui gerakan yang lebih quirky dan bebas, Adéla menemukan cara untuk mengekspresikan dirinya. Kontras tersebut kemudian menjadi bagian dari karakter yang ia bangun sebagai “the prima ballerina of pop.”

Identitas tersebut juga tidak berhenti pada estetika. Adéla mulai menjadikan latar belakang Slovakia sebagai bagian dari dunia artistiknya. Dalam music video "Ain’t In LA", Bratislava, kota kelahirannya, menjadi latar utama. Alih-alih menjadikan Los Angeles sebagai satu-satunya gambaran dari impian seorang pop star, Adéla justru membawa cerita tersebut kembali ke tempat ia berasal.

Adela

Elemen budaya Slovakia turut hadir melalui visual music video, termasuk anak-anak yang mengenakan pakaian tradisional Slovakia dan menari. Unsur tradisional tersebut kemudian berdampingan dengan visual Adéla yang modern, penuh warna, dan dekat dengan budaya pop. Pertemuan ini memperlihatkan bagaimana identitas budaya dapat diterjemahkan ke dalam bentuk yang lebih kontemporer tanpa kehilangan kaitannya dengan asal-usulnya.

Pilihan untuk membawa Bratislava ke dalam karya terasa personal bagi Adéla. Ia pernah merasa bahwa identitas Slovaknya membuat dirinya terlihat “lesser” ketika mengejar mimpinya menjadi American pop star. Kini, identitas tersebut justru menjadi bagian dari apa yang membuatnya berbeda. Slovakia bukan lagi sesuatu yang perlu ia tinggalkan untuk membangun karier di dunia pop, melainkan bagian dari cerita yang ia bawa ke dalam karyanya.

Melalui pertemuan balet, swag, dan budaya Slovakia, Adéla tidak sekadar mengikuti bentuk pop yang sudah ada. Ia membangun bahasa artistiknya sendiri—sebuah ruang tempat akar budaya, seni pertunjukan, dan kebebasan berekspresi dapat hadir bersamaan. Dari Bratislava hingga dunia pop Amerika, Adéla menunjukkan bahwa identitas seorang seniman tidak selalu lahir dari kesempurnaan, tetapi juga dari keberanian untuk menjadikan hal-hal yang dianggap berbeda sebagai bagian dari bahasa artistiknya.