Modinity Fashion Parade 2026 menghadirkan pertemuan fashion, budaya, dan komunitas di Borobudur melalui tema “Infinite Wonders” yang menyatukan enam brand dalam satu perjalanan runway kolektif.
Modinity Fashion Parade (MFP) kembali digelar sebagai platform tahunan dari Modinity Group yang menyatukan seluruh ekosistem brand dalam satu peragaan busana kolektif. Bukan hanya sekadar runway, MFP menjadi ruang ekspresi identitas, menampilkan fashion kontemporer dari Asia Tenggara dan Global South dengan pendekatan yang relevan, percaya diri, serta menghadirkan nilai budaya.
Berangkat dari filosofi Modern, Modest, dan Infinite Blessings, Modinity Group menjadikan Modinity Fashion Parade sebagai refleksi perjalanan brand-brand di bawah naungannya. Keberagaman perspektif dan autentisitas budaya menjadi fondasi utama, sekaligus membuktikan bahwa fashion dari kawasan Global South memiliki posisi penting di industri mode global.
Untuk edisi 2026, Modinity Fashion Parade memilih Candi Borobudur sebagai lokasi perhelatan. Digelar pada Sabtu, 17 Januari 2026, acara ini menjadikan salah satu situs Warisan Dunia UNESCO tersebut sebagai panggung terbuka yang mempertemukan fashion, sejarah, serta komunitas dalam satu malam istimewa.

MFP 2026 berlangsung dengan format open-air immersive, menghadirkan runway hampir sepanjang 125 meter. Lebih dari 200 model dan hampir 1.000 tamu undangan hadir, menciptakan pertemuan skala besar yang jarang terjadi di lokasi bersejarah seperti Borobudur. Kehadiran monumen ini memberi konteks budaya yang kuat, sekaligus mempertegas arah Modinity Fashion Parade yang terus melangkah ke panggung global.
Mengusung tema “Infinite Wonders”, edisi 2026 menampilkan perjalanan kreatif tanpa batas dalam satu alur cerita yang berkesinambungan. Enam brand Modinity hadir dengan karakter desain masing-masing, namun tetap terhubung dalam satu narasi besar.
Koleksi yang ditampilkan berasal dari Buttonscarves, Benang Jarum, Nada Puspita, Zyta Delia, CALLA, serta Rizman Ruzaini, dengan Buttonscarves Beauty sebagai Official Makeup Brand. Tahun ini juga menjadi momen debut Rizman Ruzaini di runway Modinity Fashion Parade, menyusul bergabungnya rumah couture asal Malaysia tersebut ke dalam Modinity Group pada 2025.

Partisipasi komunitas menjadi elemen penting dalam MFP 2026. Para pelanggan tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi sebagai bagian dari ekosistem yang tumbuh bersama brand-brand Modinity. Banyak di antara mereka melakukan perjalanan lintas daerah di Indonesia untuk menyaksikan langsung perhelatan ini, memperkuat makna MFP sebagai pengalaman kolektif yang dibangun dari keterlibatan jangka panjang.
Pengalaman runway semakin lengkap dengan penampilan musik dari Yura Yunita, Marcell Siahaan, serta Katon Bagaskara, yang dihadirkan sebagai bagian dari alur pertunjukan.

CEO Modinity Group, Linda Anggrea, menyampaikan bahwa Modinity Fashion Parade merupakan ruang bertumbuh bagi seluruh brand dan komunitasnya, “Modinity Fashion Parade adalah ruang untuk bertumbuh.” ujarnya.
“Di sini, brand-brand kami berkembang bersama, tetap berpegang pada nilai dan komunitas yang telah dibangun. Tahun ini terasa berbeda karena Borobudur memberi konteks yang lebih kuat bagi cerita yang ingin kami sampaikan,” lanjut Linda.
Sebagai platform tahunan, Modinity Fashion Parade 2026 menjadi ruang kolaborasi yang terus berkembang. Dengan menghadirkan koleksi, komunitas, serta latar budaya yang kuat, MFP 2026 memperlihatkan bagaimana fashion dapat berjalan seiring dengan identitas, relevansi, dan koneksi jangka panjang tanpa kehilangan arah ke panggung yang lebih luas.





