Share
Pameran SAMATRA di Bumi Kinar Ubud Jadi Ruang Dialog Seni, Alam, dan Masyarakat
Regina Olivia Arismunandar
03 August 2026

Pameran seni kelompok SAMATRA di Bumi Kinar Ubud mengajak publik untuk menemukan makna merawat alam melalui tindakan-tindakan sederhana.


Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud mempersembahkan SAMATRA: Quiet Gestures, sebuah pameran kelompok yang berlangsung pada 25 Juli–3 Oktober 2026 sebagai ajakan publik untuk kembali memaknai hubungan manusia dengan alam melalui tindakan-tindakan sederhana. Pameran ini menghadirkan karya-karya dari A. Jasmine, Dyah Ayu Wulandari, Made Virgie Avianthy, Novieta Tourisia, dan Studio Estéh.

Pameran SAMATRA di Bumi Kinar Ubud

Dalam bahasa Bali, Samatra memiliki beragam makna, mulai dari suguhan sederhana, sapaan singkat, sambutan yang tulus, hingga sesuatu yang diberikan secukupnya. Berangkat dari pemaknaan tersebut, pameran ini menghadirkan karya-karya seniman yang merefleksikan hubungan mereka dengan alam, ruang hidup, dan keseharian melalui gestur-gestur sunyi

Pameran SAMATRA di Bumi Kinar Ubud

Kurator pameran, Gustra Adnyana, menjelaskan bahwa alih-alih menawarkan jawaban yang besar atau spektakuler, SAMATRA mengajak pengunjung untuk memperhatikan isyarat-isyarat kecil yang hadir dalam kehidupan sehari-hari. Kepedulian, perhatian, rasa syukur, dan tindakan sederhana menjadi benang merah yang menghubungkan seluruh karya. Melalui berbagai medium, para seniman menunjukkan bahwa perubahan sering kali bermula dari kesadaran yang tumbuh dalam keseharian.

Pameran SAMATRA di Bumi Kinar Ubud

Lewat pameran ini, para seniman menghadirkan pendekatan yang berbeda dalam memaknai tema tersebut. Studio Estéh mengajak pengunjung menelusuri paradoks berpikir dan menyadari bahwa setiap cara pandang memiliki batasnya. Novieta Tourisia menghadirkan percakapan antara tanah, tumbuhan, kain, dan tubuh sebagai satu siklus kehidupan. Made Virgie Avianthy menelusuri bagaimana seseorang tetap hidup melalui ingatan, cerita, dan ritual yang diwariskan. A. Jasmine mengolah proses menghapus sebagai cara mengingat, menemukan cahaya dari dalam kegelapan. Sementara Dyah Ayu Wulandari mengingatkan bahwa setiap langkah manusia selalu berpijak pada bumi yang sama, dan setiap tindakan memiliki kuasa untuk menghidupi ataupun menghabisi kehidupan.

Pameran SAMATRA di Bumi Kinar Ubud

"Tinggal di Bumi Kinar mengajarkan saya bahwa alam tidak pernah terburu-buru, tetapi selalu menghasilkan keajaiban. Seperti alam, karya-karya dalam SAMATRA lahir dari hal-hal kecil yang dirawat dengan kesabaran, perhatian, dan cinta," ujar Wiwied Muljana, Pendiri Yayasan Kinar, yang mendukung penuh penyelenggaraan pameran ini, pada malam pembukaan SAMATRA di Buki Gallery at Bumi Kinar Ubud. Menurutnya, hal-hal sederhana yang dilakukan dengan penuh cinta memiliki kekuatan yang dapat mempererat hubungan dan menghadirkan keindahan.

Pameran SAMATRA di Bumi Kinar Ubud

Selain pameran, Buki Gallery juga menghadirkan program publik sepanjang periode SAMATRA. Mulai dari temu seniman, diskusi, hingga lokakarya yang memperluas percakapan tentang seni, lingkungan, dan keseharian. Seluruh rangkaian acara berlangsung di resor eksklusif Bumi Kinar yang memadukan arsitektur tradisional Bali dengan desain modern di tengah lanskap hijau.

Pameran SAMATRA di Bumi Kinar Ubud

Melalui SAMATRA, Buki Gallery ingin membuka ruang dialog yang lebih dekat antara seni, alam, dan masyarakat. Pameran ini mengingatkan bahwa merawat bumi tidak harus dimulai dari langkah besar. Cukup dari gestur kecil yang dilakukan dengan perhatian, kepedulian, dan kesadaran. Dari hal sederhana itu, perubahan perlahan tumbuh untuk masa depan manusia dan alam yang lebih baik.