Share
Rayakan Diplomasi Budaya, Threads of Wax Tampilkan Perpaduan Batik dan Sulaman Hongaria
Regina Olivia Arismunandar
02 July 2026

Instalasi wastra Threads of Wax yang dipersembahkan oleh Kedutaan Besar Hongaria di Jakarta dan Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta menampilkan perpaduan budaya dua negara melalui karya batik Indonesia yang terinspirasi dari tradisi sulaman Hongaria.


Kedutaan Besar Hongaria di Jakarta, bekerja sama dengan Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta, mempersembahkan “Threads of Wax: A Cultural Confluence of Indonesian and Hungarian Heritage,” sebuah pameran umum selama tiga minggu yang merayakan dialog artistik antara batik Indonesia dan tradisi sulaman rakyat Hongaria. Pameran ini diselenggarakan sebagai bagian dari Perayaan HUT ke-499 Kota Jakarta dan mencerminkan persahabatan yang abadi antara Indonesia dan Hongaria melalui bahasa universal seni dan budaya.

Threads of Wax


Pameran ini diperkirakan akan menyambut pengunjung dari segala usia di Indonesia selama periode 30 Juni hingga 21 Juli 2026, sementara upacara pembukaannya dihadiri oleh perwakilan dari lembaga pemerintah, korps diplomatik, organisasi budaya, kalangan akademisi, media, seniman, mahasiswa, dan masyarakat umum. Acara tersebut mencakup sambutan resmi, tur pameran berpemandu, sesi cerita budaya, serta resepsi jejaring.

Dengan menyatukan dua tradisi tekstil yang diakui UNESCO dan menafsirkannya kembali melalui kolaborasi artistik kontemporer, “Threads of Wax” menjadi perayaan persahabatan, kreativitas, dan warisan budaya bersama.

Threads of Wax

Diselenggarakan di Museum Seni Rupa dan Keramik di kawasan bersejarah Kota Tua, Jakarta, pameran ini menampilkan karya-karya batik orisinal yang terinspirasi oleh motif bunga ikonik dari tradisi sulaman Matyo dan Kalocsai Hungaria, dengan desain pameran karya Jesus Cedeno dan Playo. Melalui penafsiran ulang pola-pola rakyat Hongaria dalam bahasa visual batik Indonesia, pameran ini menyoroti nilai-nilai bersama berupa keahlian kerajinan, identitas budaya, penceritaan, dan komunitas yang menyatukan kedua tradisi tersebut meskipun terpisah oleh jarak geografis.

Lebih dari sekadar pameran seni, “Threads of Wax” berfungsi sebagai wadah bagi dialog antarbudaya dan diplomasi budaya. Para pengunjung diajak untuk menjelajahi bagaimana garis-garis lilin yang mengalir pada batik Indonesia dapat berinteraksi dengan motif bunga yang semarak pada sulaman Hongaria, sehingga menciptakan bentuk-bentuk ekspresi artistik baru sekaligus menjaga keaslian kedua tradisi tersebut.