Share
Wawancara Eksklusif Sheila Majid Jelang The CIRCLE by Marriott Bonvoy
Listya Manopo
02 July 2026

Penyanyi legendaris asal Malaysia, Sheila Majid, berbagi cerita secara eksklusif kepada HighEnd mengenai perjalanan kariernya, kecintaannya pada seni musik, serta keterlibatannya dalam konser The CIRCLE by Marriott Bonvoy: Jejak Nada with Andi Rianto, A Musical Journey through the Ages.


Selama lebih dari empat dekade, nama Sheila Majid telah menjadi salah satu ikon musik paling berpengaruh di Asia Tenggara. Namun di balik berbagai penghargaan, konser yang selalu dinantikan, dan pengaruh besar yang telah ia bangun sepanjang kariernya, penyanyi asal Malaysia ini tetap dikenal karena kerendahan hatinya.

Dalam wawancara eksklusif bersama HighEnd, Sheila mengaku masih merasa canggung ketika disebut sebagai legenda hidup. “Kadang-kadang saya merasa malu,” ujarnya sambil tertawa saat ditanya mengenai statusnya sebagai salah satu figur paling berpengaruh di Asia Tenggara

Kepribadian yang hangat dan tulus inilah yang membuat Sheila tetap dicintai lintas generasi. Pada Juli mendatang, para penggemarnya kembali akan dapat menikmati penampilannya dalam The CIRCLE by Marriott Bonvoy: Jejak Nada, edisi perdana rangkaian program The CIRCLE yang diselenggarakan Marriott Bonvoy di Indonesia.

Kepada HighEnd, Sheila mengungkapkan rasa syukurnya dapat menjadi bagian dari konser tersebut. Sebagai seorang musisi yang telah sering bepergian dan tampil di berbagai negara, ia mengaku memiliki hubungan yang dekat dengan Marriott Bonvoy melalui berbagai pengalaman menginap dan bekerja sama selama bertahun-tahun.

“Saya benar-benar merasa terhormat karena dipilih untuk menjadi salah satu penampil di acara ini,” tuturnya.

Tema konser yang mengangkat perjalanan musik lintas generasi terasa sangat selaras dengan perjalanan karier Sheila sendiri. Baginya, nostalgia bukanlah sesuatu yang harus dipertahankan dalam bentuk yang sama, melainkan sesuatu yang dapat terus dihidupkan melalui interpretasi baru.

Ia mencontohkan lagu-lagu klasik seperti “Antara Anyer dan Jakarta,” yang mampu membawa pendengarnya kembali ke momen tertentu dalam hidup mereka. Meski melodinya tetap akrab di telinga, aransemen lagu tersebut terus berkembang mengikuti zaman sehingga tetap relevan bagi pendengar masa kini.

Pendekatan itulah yang membuat karya-karyanya terus menemukan pendengar baru. Sheila mengenang pengalamannya saat tampil di sebuah festival musik yang didominasi generasi muda. Ia terkejut melihat begitu banyak remaja ikut bernyanyi ketika lagu “Sinaran” dibawakan. Banyak dari mereka mengenal lagunya melalui remix para DJ festival sebelum akhirnya mencari dan mendengarkan versi aslinya.

“Sekarang saya punya banyak penggemar muda,” katanya sambil tersenyum.

Di luar kesuksesan pribadinya, Sheila tetap percaya bahwa musik adalah sebuah bentuk seni yang memiliki kekuatan untuk menyentuh emosi manusia. Di tengah perkembangan era digital yang serba cepat, ia berharap para musisi tetap menjaga identitas budaya mereka dan menciptakan karya yang memiliki makna.

“Musik adalah seni. Musik harus bisa menyentuh perasaan orang,” ujarnya.

Menjelang penyelenggaraan The CIRCLE by Marriott Bonvoy: Jejak Nada, Sheila mengaku antusias menjadi bagian dari sebuah perayaan yang menyatukan pecinta musik dari berbagai generasi, latar belakang, dan budaya. Bagi Sheila, visi konser ini sejalan dengan keyakinannya bahwa musik yang baik akan selalu mampu melampaui batas waktu maupun geografis.